HITAM

SEBUAH KEJUJURAN RAHASIA HIDUP YANG TERDOKTRIN DUNIA YANG AMAT SEMU

Jumat, 18 Mei 2012

KUASA TANPA ASA

Pembodohan awali sebuah kehancuran
Semua tak jadi jawaban semua binasa bersama amarah
Biar kotor hancur noda terpatri karamkan jiwa
Kebiri hak ku,Perkosa keyakinan ku
Hambat letusan gemuruh keranda kebiasaan
Ledakan buduh diri,Konstitusi bau tai
Iblis apa yang merasuki jiwamu,hantarkan ku menuju kebinasaan
Murka teredam kotor boroknya dunia
Replika tuhan yang kau agungkan melebihi langit
Surga yang kau janjikan hanyalah pintu menuju neraka
Bualan sampah cacian busukmu hantarkan derita
Makna bicara mata menggugat
Siapkan keranda,kemasi otak gilamu,bunuh jiwamu
Kutukan mu akan datang,pacu terus ocehanmu
Amarah,murka,kebencian mengahntarkan mu menuju Neraka

Kamis, 17 Mei 2012

SEBUAH MIMPI

Kali ini mau nulis yang agak beda dari biasanya,,mungkin ini tulisan pertama saya tentang apa yang orang katakan sebagai sebuah perasaan.Ini dia :

Aku mulai dengan sebuah lantunan embun pagi
Turun merinding aku mulai belajar menembus batas
Antara ketidakhadiran seorang sosok fatamorgana 
Memintaku melambaikan jari dengan sejuta pertanyaan
Tuntun aku menghadapimu,Genggam aku ketika aku mulai tersesat
Di tempat apa sebenarnya kau berasal
Apakah di Surga ? Apakah di Neraka 
Sadarkan aku ketika aku terjatuh
Bangunkan ku ketika aku mulai tak sadarkan diri
Menepi di sebuah ruang yang tak lebih besar dari asa ku
Kenapa harus muncul sosok pengalihan kalau aku hanya tertuju mu
Semua ini mungkin pertanda kalo kita bukan satu ataupun dua
Belajar memahami di sudut terakhir sebuah mimpi
Tanyakan pada bayangan kelam akan sosok angkuh diriku
Memulai hari disamping mu adalah sebuah replika surga kecil di mataku
Berdiri aku dan mulai tersadar bahwa kau selalu hanya menjadi sebuah mimpi
Mimpi tentang sebuah garis lurus yang menghipnotisku menuju sebuah kastil
Untuk apa sebenarnya aku mengingatmu
Mungkin agar aku tau betapa indah sebuah dunia nyata tanpamu
Sebisa mungkin akan ku tunggu kau di sebuah lorong menuju istana
Dengan barisan gerbong yang bertuliskan kalimat penyayat 
Kutunggu sebelum ada sosok lain yang turun memberikan mimpi indahku

Jumat, 11 Mei 2012

HILANG

Jiwa tertekan guratan hujatan dunia
Sayatan pedang Malik menembus kehampaan
Labirin muakkan jiwa,sesal termakan angkara
Pendam asa,gali luka bunuh keringat darah
Ludahi paras,acuhkan redupan kebohongan
Kan ku beri surga,melampaui dunia
Kan ku bakar neraka,menjadikan hampa
Kotor aku ludahi diriku,putus nyali
Bawa aku menuju kastil kehampaan
Jatuhkan aku kedalam luapan magma
Kubur aku bersama hancurnya asaku
Bakar aku bersama luapan hancurnya asaku
Hilang bersama rasionalku,menghujat akal
Terkutuk aku bersama ribuan akalku
Singkirkan aku kedalam jurang
Hilang akalku
Hilang asaku
Hilang...

Rabu, 01 Februari 2012

Kemungkinan Memburuk

Setengan dari sebuah kobaran api neraka
Berkibar diatas singgasana melarat
Dalam sebuah pejaman mata,bakar hancur jadi kotoran
Injak aku, kuliti tubuhku, jilati nafsuku
Bakarlah,hancurkanlah benih butir ketulusan
Membujur kaku, mati membeku, terhujat aku
Memaparkan kesakitan, aku mulai meregang, sakit
Nikmati selagi aku masih tersiksa
Dalam sekat penasaranku mulai hancur, kosong
Reruntuhan kastil tertinggi menimbun nafasku
Haruskah aku menelan racun, haruskah aku meneggak gumpalan bisa

Senin, 30 Januari 2012

Ucapan Selamat Tinggal dari Benalu

Aku mulai bertanya pada diriku
"Dimana mereka ?"
Dan ketika seseorang datang menghampiriku,dia berkata
"Mereka telah tenang,telah kembali ke tempat mereka bermula"
Aku mulai tak mengerti apa yang ia katakan
"Benarkah mereka telah pergi meninggalkan semua yang mereka lalui ?"
Aku mulai merasakan ada sesuatu yang terus menghantuiku
Hingga akhirnya aku pun mulai sadar bahwa mereka mulai memudar dan pergi
Menuju tempat keabadian,tempat mereka bermula
Mereka telah pergi namun nafas mereka masih kudengar
Malaikat memandang mereka sebelum meraka dijemput dengan kereta keabadian
Menuju kastil tertinggi dalam sebuah kerajaan,Kerajaan Tuhan
Aku mulai berfikir,orang-orang yang pernah ada dalam hidupku kini hanya bisa melihatku
Sebuah kabut tebal mungkin menghaliku dan mereka
Memang sebuah kepergian tidak dapat direncanakan
Mereka pergi dengan sangat terburu-buru
Membawa semua kenangan dan harapan yang belum mereka raih
Tapi aku percaya mereka telah membuat singgasana mereka disana
Suatu saat jika aku pergi menyusul mereka
Aku akan mampir ke kastil kecil milik meraka dengan membawa senyuman
Selamat jalan...
Senyum,Semangat dan Kesedihan kalian akan aku kenang...


Didedikasi untuk(Alm.)Katoen,
M.Al-Mahdar & Virginia A.

Selasa, 08 November 2011

Terangnya Asa dalam Labirin Keterasingan

Panas terik pagi itu,mulai diramaikan oleh nyayian kekosongan,nyayian suara hampa yang aku rasa saat itu ada dibenakku.Secepat mungkin aku mengejar waktu,menggulung ribuan detik.Membungkus asa dalam sebuah kotak tak ternilai,aku mulai merasa dibariskan oleh keterasingan demi sebuah cahaya yang mulai redep dilahap keserakahan.

Secepat aku berlari,secepat itu pula waktu mulai mengejar genggaman asa yang aku sendiri tidak tahu bagaimana melemparnya.Bukan untuk merancang sebuah penderitaan,itu niatku,bersama kolega ku kita mulai memenjarakan kerakusan kita terhadap apa yang ingin kita lakukan,mesin pacu rentetan energi.Dengan datangnya aku dan kolega ku,aku mulai merasakan panasnya sebuah asa kecil milik manusia yang masih berjuang untuk menambah umur mereka,belum pernah aku melihat senyuman dan harapan bersama dalam sebuah bentuk penyerahan seutuhnya.

Berlari,tertawa dan bersuara dengan nada-nada yang minor.Tatapan penuh asa,mereka mulai mengajarkan ku sesuatu yang belum pernah aku terima,senyuman dan sebuah ekspresi kepuasaan yang aku rasakan saat itu.Sentuhan lucifer mungkin saat itu luntur,saat biasanya aku mulai tergoda sentuhannya.Dengan niat sebuah hati yang membumi aku mulai berbaur bersama mereka.

Hampir aku melupakan diriku,teraniaya oleh keegoisanku,setumpuk molekul mulai menggerayangi otakku.

Aku sebenarnya tidak tahu apa yang aku lakukan,dalam pekiranku,aku hanya berusaha membuang ketidaksanggupanku untuk melawan diruku sendiri.Melayani nafsuku dengan rasa rakus akan dunia.

Ditutup dengan sebuah kata kepergian,ucapan terimakasih.Mereka rela dibariskan demi segumpal makanan ringan.Dan aku masih tak percaya aku bangun dan mengahabiskan hari itu penuh dengan asa kecil yang aku lihat dari sosoko kecil yang memiliki harapan yang sangat besar.

Terima kasih untuk sebuah hari yang bermakna dalam hidupku,terimakasih untuk sebuah ilmu tentang bagaimana kita membiasakan hidup secara vertikal,terimakasih untuk sebuah senyuman kecil yang berartu besar untukku.Terimakasih.

Selasa, 01 November 2011

MANIPULASI CITRA

Barisan artikulasi kata sampah
Nafsu pembodohan sabda kaum mayoritas
Hancur jadi kotoran,puja ketenaran
Cermin kotor hajar saja,rusak akal,sempurna
Tubuh terhujani siksaan
Atas dasar apa kau ingin sempurna ?
Nyawa tergadaikan janji sebuah ciptaan
Terbanglah bersama Diyang,berlari lah sejauh mungkin
Terbius oleh dunia,Argumentasi busuk,Kenyataan tai
Ilustrasi suasana gambang,tunggu ajal
Sia-sia kau bangun,percuma kau berdiri
Jangan cari kesohoran,karena itu penghancuran
Resital kepalsuan tertidur terhujan hampa
Terlena rayuan manipulasi citra